Minggu, 09 Desember 2012

Pemimpin dan Inovasi



“Segala sesuatu berubah, tak ada yang kekal, yang kekal hanyalah perubahan itu sendiri”. Demikianlah seorang filsuf terkenal Yunani mencoba mengungkapkan bahwa tak ada satu hal pun yang pasti di dunia ini kecuali perubahan. Perubahan terjadi setiap saat, bahkan setiap detik. Kunci utama untuk menjawab tantangan perubahan tersebut adalah inovasi. Dimana ada suatu inovasi, disitulah sosok seorang pemimpin muncul. Pemimpin dan inovasi adalah dua hal yang harus selalu berjalan beriringan. Di sinilah, kecerdasan melihat masa depan menjadi kebutuhan yang teramat penting dalam mencapai kesuksesan seorang pemimpin.
           Innovatif juga merupakan salah satu butir dari Nine Core Value of Sampoerna Academy SMAN Bali Mandara. Sekolah dengan visi  “creating future leader with strong moral values, life skills and an awareness of environmental and global issues” ini merupakan salah satu sekolah di Bali yang begitu mengedepankan nilai-nilai kepemimpinan dengan tujuan utamanya dapat mencetak pemimpin masa depan dengan kepedulian terhadap isu global serta pemikiran dengan inovasi tinggi.
Satu dari sekian banyak wujud inovasi serta kesadaran terhadap isu global siswa-siswi SMAN Bali Mandara tersebut adalah adalah melalui karya tulis ilmiah. Melalui karya tulis ilmiah para siswa dapat menuangkan semua ide-ide kreatif serta inovatif mereka. Seperti yang kita ketahui, isu global yang saat ini benar-benar berada pada puncak ketenarannya adalah back to nature. Salah satu subbab penting dari isu ini adalah pemanfaatan limbah serta pengembangan sumber energi terbarukan. Berbagai karya luar biasa dalam bidang pengembangan energi terbarukan telah banyak tercipta dari pemikiran-pemikiran kreatif serta inovatif siswa dan siswi SMAN Bali Mandara. Salah satunya adalah hasil karya dari kelompok karya tulis siswa SMAN Bali Mandara “Smanbara Young Scientis Club” yang pada bulan Oktober lalu sukses meraih prestasi pada Lomba Karya Inovasi yang diadakan oleh PT (Persero) PLN Distribusi Bali. Dalam lomba dengan katerogi umum ini, 3 kontingen dari SMAN Bali Mandara berhasil menjadi finalis 10 besar dan bersaing dengan peserta lain yang sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa serta dosen. Kontingen SMAN Bali Mandara dengan judul karya tulis “Pemanfaatan Kotoran Manusia di Asrama SMAN Bali Mandara menjadi Biogas dengan Metode Biodigester” meraih juara kedua yang diwakili oleh Viona Damayanti, Rama Wijaya serta Govinda Orna Jaya. Ide yang begitu kreatif ini muncul mengingat semakin diperlukannya pengembangan energi alternatif yang mana bahan bakunya juga sangat melimpah di asrama SMAN Bali Mandara. Sedangkan kontingen kedua yang diwakili oleh Linda Permitasari, Lilis Sinta serta Dewi Mahayani sukses meraih peringkat ketiga. Ide inovatif dari karya tulis yang berjudul “Pembangkit Listrik Tenaga Hidrogen Dengan Metode Hidro-Electricity untuk Mengembangkan Sumber Energi Listrik di Kecamatan Kubutambahan” ini didasarkan pada pemikiran sulitnya akses listrik di beberapa daerah di Kubutambahan. Meski hanya berhasil menjadi finalis, namun kontingen ketiga yang diwakili oleh Surminiari dan Retno Fitriandari juga tak kalah inovatif dengan karyanya yang berjudul “Efisiensi Briket Biodegradable dari Limbah Organik sebagai Energy Alternatif menuju SMAN Bali Mandara GREAT (green, share, care, clean and healthy)”. Karya tulis ini lebih memfokuskan pengembangan energi alternatif sebagai solusi dari langka serta mahalnya bahan bakar dewasa ini mengingat bahan baku limbah organik dari briket itu sendiri yang begitu melimpah pada 10 hektar luas areal SMAN Bali Mandara. Jelas dapat kita lihat bahwa karya-karya tersebut didasarkan pada kepedulian siswa-siswi SMAN Bali Mandara terhadap lingkungan kecil sekitarnya. Akan tetapi, inovasi tersebut tidak hanya akan bermanfaatan bagi daerah lokal Kubutambahan maupun Buleleng, namun juga akan sangat bermanfaatan bagi lingkungan global. Hal tersebut tentu selaras dengan salah satu kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu “think global, act local”.
Inovasi dan kreatifitas tentu secara terus menerus akan mebawa perubahan yang baik bagi seorang pemimpin serta negeri ini. Kepedulian akan lingkungan yang diimbangi dengan inovasi merupakan salah satu kebutuhan vital ditengah krisis kepemimpinan yang melanda tanah air. Melalui penulisan karya ilmiah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepekaaan siswa terutamanya siswa-siswi SMAN Bali Mandara terhadap isu global. Sehingga di kemudian hari nanti dapat diciptakan pemimpian yang peka terhadap segala perubahan, sehingga dapat memunculkan suatu inovasi yang dapat menjawab tantangan perubahan tersebut.  (Surminiari/SMAN Bali Mandara)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar